0

Mentrans tantang TEP Unair realisasikan kampung matoa di Manokwari

✨ Ringkasan oleh senci AI

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menantang Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Airlanga untuk merealisasikan Kampung Dindey di Manokwari sebagai kampung matoa pertama di Papua Barat. Program ini bertujuan untuk mengolah buah matoa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti dodol dan selai. Suryanagara menyatakan bahwa untuk mendeklarasikan Kampung Dindey sebagai kampung matoa, 70 persen masyarakat harus terlibat dalam komoditas matoa. Selain itu, penting bagi masyarakat lokal untuk memahami budidaya tanaman matoa secara berkelanjutan. Kementerian Transmigrasi berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam pembangunan pabrik dan pelatihan tenaga kerja lokal. Dosen Unair, Zamal Nasution, menambahkan bahwa pelatihan untuk masyarakat Suku Arfak akan meningkatkan pendapatan dari pengolahan matoa, dengan proyeksi pendapatan bulanan mencapai Rp2,4 juta. Selain itu, upaya penerbitan nomor induk berusaha (NIB) dan izin edar dari BPOM sedang dilakukan untuk memperluas pemasaran produk olahan matoa.

Baca artikel lengkap di sumber ↗

Komentar 0

Berita untukmu
© 2026 senci · Baca yang kamu suka

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar