Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk memperjelas tujuan dari rencana pembukaan rekening bank untuk 200 juta penduduk Indonesia. Ekonom A. Hakam Naja menilai pentingnya sinkronisasi dengan data tunggal sosial ekonomi nasional agar program ini efektif dalam meningkatkan perlindungan sosial. Saat ini, 46,5 juta penduduk masih unbanked, dan pemerintah perlu fokus pada mereka. Biaya untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 11 triliun, sementara dana untuk menjangkau yang unbanked sekitar Rp 2,325 triliun. Hakam juga menekankan perlunya disiplin fiskal dan keterlibatan bank syariah untuk mendorong inklusi keuangan. Ia memperingatkan risiko peningkatan rekening tidak aktif jika program ini tidak direncanakan dengan baik.
Tepatkah Pembukaan Rekening Bank untuk 200 Juta Warga?
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0