Letusan Gunung Krakatau pada 26-27 Agustus 1883 di Indonesia merupakan salah satu bencana alam terdahsyat, menewaskan lebih dari 36.000 orang dan mengubah kondisi atmosfer global. Saat itu, Indonesia berada di bawah pemerintahan Raja Willem III dari Belanda, yang dikenal sebagai raja konservatif. Setelah bencana, Willem III memerintahkan pembangunan kembali mercusuar di Anyer, yang kini dikenal sebagai Mercusuar Cikoneng. Mercusuar setinggi 75,5 meter ini masih berdiri kokoh dan mencantumkan nama raja di pintu masuknya.
Ini Raja Belanda saat Krakatau Meletus 1883, Monumennya Masih Ada
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0