Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan menggabungkan personel, teknologi, dan metode rekayasa tata air. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan pentingnya usaha maksimal dalam penanganan karhutla, terutama di tengah kondisi El Nino yang menyebabkan kekeringan ekstrem. Dalam kunjungan ke Posko Induk Penanganan Karhutla, Dedi memeriksa berbagai sarana inovasi, termasuk kendaraan khusus dan drone thermal untuk mendeteksi titik api. Strategi mitigasi juga meliputi penyekatan kanal dan pengisian air untuk mengatasi kondisi gambut yang tidak ideal. Data terbaru menunjukkan adanya lebih dari 107 ribu hotspot dan 9.228 hektare lahan terbakar, dengan kualitas udara di Palangka Raya mencapai kategori 'Sangat Berbahaya'.
Polisi Perkuat Teknologi hingga Rekayasa Tata Air untuk Atasi Karhutla Kalteng
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0