Gelombang penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas di kalangan wali murid dan guru setelah sejumlah kasus keracunan. Banyak orang tua dan guru mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui aksi nyata, seperti membawa bekal dari rumah. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan bahwa 100 guru mengeluhkan dampak negatif MBG terhadap pendidikan. Kasus keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa di beberapa daerah, termasuk Lombok Tengah dan Kabupaten Pati, memicu kemarahan wali murid yang mendesak agar MBG dihentikan atau dievaluasi. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan uang tunai untuk membantu orang tua menyiapkan makanan sendiri, demi memastikan keamanan dan kualitas makanan bagi anak-anak mereka.
'Meracuni anak, merusak sistem pendidikan' – Gelombang baru penolakan MBG dari wali murid dan guru
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0