Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Kementerian Agama (Kemenag) menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan keagamaan. Dalam klarifikasi di Mapolres Metro Bekasi, Abah Setu mengakui kesalahannya dan berjanji menutup seluruh kegiatan majelisnya serta konten yang berpotensi menyinggung umat. Ia juga berkomitmen untuk bersikap kooperatif dengan hukum dan menjaga harkat Rasulullah SAW.
Abah Setu Minta Maaf Usai Hina Nabi, Kemenag Hormati Proses Hukum
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0