Badan Geologi Kementerian ESDM mengumumkan bahwa meskipun intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau menurun, mereka tetap waspada terhadap aktivitas magma. Setelah mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada awal September 2026, aktivitas gunung berangsur melandai dan beralih ke erupsi Strombolian. Status Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) dengan 14 kali erupsi Strombolian tercatat. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati radius tiga kilometer dari kawah dan tetap waspada terhadap potensi bahaya seperti lontaran material pijar dan abu vulkanik. Pemantauan terus dilakukan meskipun ada kerusakan pada peralatan akibat erupsi, dengan prioritas keselamatan petugas. Badan Geologi juga meminta masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung.
Intensitas erupsi Anak Krakatau menurun, Badan Geologi tetap waspada
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0