Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan bahwa 87,5 persen penerbitan izin edar dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dari 70,6 persen pada 2024. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa transformasi proses bisnis ini bertujuan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap obat dan produk kesehatan, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan mutu. Pendekatan berbasis risiko diterapkan dalam evaluasi izin edar dan pengawasan produk. BPOM juga memanfaatkan digitalisasi dan simplifikasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu, BPOM telah menyetujui 898 produk inovatif sejak 2013, menunjukkan komitmennya dalam mempercepat akses terhadap terapi kesehatan yang inovatif.
BPOM: 87,5 persen izin edar selesai lebih cepat pada 2026
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0