Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, meminta pemerintah untuk menyiapkan rencana cadangan terkait pengalihan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mungkin tidak selesai tepat waktu. Hal ini disampaikan setelah BAKN melakukan pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Bandung. Proses due diligence yang sedang berlangsung diperkirakan sulit rampung sesuai target 15 September 2026, sehingga perlu adanya skenario alternatif agar keuangan KAI tidak terganggu. Selain itu, BAKN juga menekankan perlunya tindak lanjut terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh KAI, PT Bukit Asam, Danantara, dan Badan Pengelola BUMN. BAKN berkomitmen untuk mengawal penyelesaian utang KCIC agar tidak membebani keuangan negara dan BUMN terkait.
BAKN Minta KAI Siapkan Plan B Jika Pengalihan Utang KCIC Molor
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0