Serangan besar-besaran kelompok Houthi Yaman ke Arab Saudi menjadi ujian pertama bagi Perjanjian Pertahanan Gabungan Makkah antara Riyadh, Ankara, dan Islamabad. Houthi mengklaim serangan ini sebagai balasan atas serangan udara Saudi sebelumnya, melukai 73 orang dan merusak infrastruktur energi penting. Meskipun Perjanjian Mekkah menyiratkan pertahanan kolektif, reaksi sekutu seperti Pakistan dan Turki hanya sebatas kutukan tanpa tindakan militer. Hal ini menunjukkan kelemahan aliansi dan meningkatkan ketegangan di pasar energi global, dengan harga minyak mentah Brent mendekati US$99 per barel. Serangan ini bukan hanya menguji kredibilitas aliansi, tetapi juga kemampuan mereka untuk merespons secara terpadu.
Iran Dianggap Cari Perkara ke "NATO Islam", Perang Besar Menanti?
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0