Pemerintah Indonesia berpotensi menghemat subsidi bantuan sosial hingga Rp 17,9 triliun dengan menggunakan desil dalam menentukan penerima bantuan. Tenaga Ahli Kementerian Sosial, Andy Kurniawan, mengungkapkan bahwa 45% dari total anggaran subsidi yang mencapai Rp 78 triliun pada 2025 tidak tepat sasaran. Temuan ini diperoleh setelah pemerintah membuka data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Andy menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan akurat, mengingat pendekatan targeted yang digunakan dalam program tersebut. Data yang kuat dan akurat diperlukan untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Gunakan Desil untuk Bansos, Pemerintah Bisa Hemat Rp17,9 Triliun!
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0