Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi sistem pengamanan warga sipil di Papua setelah penembakan yang menewaskan tiga pegawai pemerintah di Jayawijaya. Maruli menjelaskan bahwa pasukan TNI telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk mengantisipasi ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Ia menambahkan bahwa intensitas pengejaran terhadap KKB telah meningkat, yang membuat kelompok tersebut semakin terdesak dan melakukan tindakan kekerasan secara sembarangan terhadap masyarakat. Maruli menegaskan bahwa tuduhan KKB terhadap korban sebagai intel pemerintah tidak berdasar, dan berjanji untuk memperkuat pengamanan demi menciptakan situasi yang aman di wilayah tersebut.
TNI AD evaluasi sistem pengamanan pasca penembakan di Jayawijaya
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0