Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan bahwa banyaknya bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran disebabkan oleh keterbukaan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tenaga Ahli Kemensos, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa penyaluran bansos harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat sasaran, yang memerlukan data akurat untuk memilih penerima yang layak. Melalui DTSEN, pemerintah berhasil mengidentifikasi 4,3 juta penduduk baru yang layak menerima bansos, yang sebelumnya tidak terdaftar sebagai penerima. Hal ini menunjukkan bahwa keterbukaan data justru membantu meningkatkan akurasi dalam penyaluran bantuan sosial.
Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0