Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menjelaskan bahwa pemeringkatan kesejahteraan masyarakat dalam desil 1 hingga 10 tidak dapat disamakan antar daerah, seperti Jakarta dan Papua. Penetapan desil didasarkan pada pengeluaran keluarga, bukan pendapatan, karena data pendapatan tidak tersedia. BPS menggunakan data karakteristik individu dan rumah tangga dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk membangun model prediksi pengeluaran. Setia menekankan bahwa pemodelan ini disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial-ekonomi setiap daerah, sehingga desil 1 di Jakarta bisa berbeda dengan desil 1 di Papua. Meskipun ada potensi kesalahan dalam prediksi, BPS terus melakukan perbaikan untuk akurasi data.
Desil 1 Jakarta Belum Tentu Sama dengan Desil 1 Papua, Ini Penjelasan BPS
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0