BYD, produsen mobil listrik asal China, membatalkan rencana untuk membangun pabrik perakitan di Tanjung Malim, Malaysia, dan kini mencari mitra lokal untuk mencapai target produksinya. Jacob Ma, Managing Director BYD Malaysia, mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut tidak akan dilanjutkan, dan diskusi dengan mitra lokal sudah berada pada tahap lanjut. Pembatalan ini terkait dengan aturan baru Malaysia yang mewajibkan kendaraan listrik impor utuh memiliki nilai minimum, sementara beberapa model BYD dijual di bawah ambang tersebut. Meskipun rencana pabrik di Malaysia dibatalkan, BYD tetap berkomitmen untuk beroperasi di negara tersebut dan melihatnya sebagai pasar strategis. Di sisi lain, pabrik BYD di Subang, Indonesia, telah beroperasi dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.
BYD Batal Bangun Pabrik Sendiri di Malaysia
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0