Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung dari 4 hingga 6 September menyebabkan sebaran abu vulkanik di beberapa wilayah di Jawa dan Sumatra. Dampak dari erupsi ini berpotensi meluas, mengingat abu vulkanik dapat turun dalam waktu yang cukup lama. Meski Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi bencana alam, pendekatan mitigasi yang diambil sering kali bersifat reaktif, baru dilakukan setelah bencana terjadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan kesiapan sistem mitigasi bencana di negara ini.
Erupsi Gunung Anak Krakatau – Apa saja dampaknya dan kenapa mitigasi bencana di Indonesia selalu 'reaktif'?
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0