Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah meluncurkan program SMK Terintegrasi yang menggabungkan pendidikan formal dengan balai pelatihan kerja (BLK), bertujuan untuk meningkatkan akses keterampilan bagi masyarakat. Program ini mencakup integrasi SMK, BLK, Lembaga Kursus dan Pelatihan, serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dalam satu sistem. Dengan kurikulum yang memadukan akademik dan keterampilan kerja, SMK Terintegrasi diharapkan dapat menjangkau semua usia dan membantu mengatasi masalah sosial seperti pengangguran dan kemiskinan di Papua Tengah.
Empat SMK swasta berbasis yayasan gereja ditetapkan sebagai proyek percontohan di tiga kabupaten. Di Nabire, SMKS YPPK St Joseph Calasanz Wanggar difokuskan pada produksi pakan ternak, sementara SMKS YPK Dr Nomansen Kalibobo mengembangkan pengolahan air bersih dan energi terbarukan. Di Dogiyai, SMKS YPPGI Jehezkiel Dumapa Idakebo berfokus pada pertanian hortikultura, dan SMKS YPPK Santo Yohanes Pembabtis Gaiyabi di Deiyai pada peternakan babi.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Gubernur Papua Tengah untuk menciptakan community college berbasis masyarakat, yang bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Disdikbud Papua Tengah juga berencana menambah satu SMK baru pada tahun 2027 untuk memperluas jangkauan program, serta melobi kementerian terkait guna mempersiapkan anggaran pembangunan unit usaha dan peralatan.
Dengan melibatkan sekolah berbasis gereja, program ini diharapkan dapat membantu menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Diharapkan, model pendidikan vokasi ini dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta menjadi contoh bagi kabupaten lain untuk diadopsi setelah keberhasilan sekolah percontohan terwujud.


Komentar 0