Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) mengumumkan kesiapan untuk menindak tegas pembukaan lahan baru di kawasan TNBBS demi menjaga pelestarian lingkungan. Kepala BBTNBBS, Hifzon Zawahiri, menyatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 40 ribu hektare lahan yang mengalami perambahan, yang umumnya ditanami kopi robusta. Sebelumnya, pihaknya telah menindaklanjuti kasus pembukaan lahan seluas 40 hektare di Bengkulu dengan menetapkan empat tersangka dan mengamankan 12 orang.
Tindakan tegas ini diharapkan dapat mencegah perambahan lebih lanjut dan mendorong pemulihan ekosistem di kawasan konservasi yang terkena dampak. Hifzon juga menekankan pentingnya menjaga habitat flora dan fauna, mengingat dampak negatif perambahan hutan yang sudah mulai dirasakan, seperti keluarnya satwa liar dan fenomena cuaca ekstrem.


Komentar 0