Pengamat Hubungan Internasional, Andrea Abdul Rahman, menyatakan bahwa Indonesia perlu mengevaluasi keanggotaan di Dewan Perdamaian Gaza (BoP) setelah pemilihan umum di Israel dan pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa hasil pemilu yang terfragmentasi di Israel dapat merusak konsistensi kebijakan luar negeri dan memengaruhi kredibilitas BoP. Selain itu, pemilu AS yang akan datang juga dapat membuat komitmen terhadap BoP menjadi lebih fluktuatif, terutama dalam hal pendanaan dan pengerahan pasukan.
Andrea menegaskan pentingnya Indonesia untuk tetap berpegang pada prinsip bebas-aktif dalam mendukung perdamaian tanpa terjebak dalam rivalitas politik.





Komentar 0