Pemilu Israel pada 27 Oktober 2026 mencatatkan partisipasi pemilih Arab tertinggi, mencapai 80%. Hal ini berkontribusi pada keberhasilan partai-partai Arab yang meraih 14,72% suara, setara dengan 19 kursi di Knesset. Kenaikan partisipasi ini merupakan hasil dari kampanye agresif dari calon wakil rakyat Arab dan aktivis yang berusaha mengatasi apatisme pemilih.
Sementara itu, kebijakan pemerintah Netanyahu, termasuk pengangkatan menteri kanan ekstrem, justru mendorong warga Arab untuk lebih aktif dalam pemilu, untuk mencegah dominasi sayap kanan yang dianggap berbahaya bagi masa depan mereka.





Komentar 0