Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa perawatan diri dan pengobatan mandiri yang bertanggung jawab menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menyatakan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengelola kesehatan pascapandemi COVID-19 meningkat, sehingga penting untuk mendukung upaya ini melalui program pemeriksaan kesehatan gratis.
Kemenkes menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis menjangkau 130 juta orang pada tahun ini, setelah sebelumnya mencapai 70 juta pada tahun 2025. Dengan deteksi dini risiko penyakit, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami status kesehatan mereka dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Meskipun proporsi pengeluaran pribadi untuk perawatan kesehatan masih tinggi, Kemenkes berkomitmen memastikan produk perawatan diri yang aman dan berkualitas.
Tantangan literasi kesehatan masyarakat menjadi fokus Kemenkes, yang menjalankan program edukasi di komunitas untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat. Selain itu, literasi kesehatan juga diajarkan kepada anak-anak di sekolah dan melalui media sosial resmi Kemenkes.
Menurut Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, lebih dari 78 persen masyarakat melaporkan melakukan pengobatan mandiri, yang berkontribusi pada penghematan sistem kesehatan global. Dengan membangun ekosistem perawatan diri yang baik, diharapkan masyarakat dapat mengelola kesehatan sehari-hari dan mengurangi beban pada layanan kesehatan.





Komentar 0