117 tahun yang lalu, Sedyatmo lahir dan kini dikenang sebagai insinyur Indonesia berpengaruh berkat penemuan fondasi "cakar ayam". Meskipun awalnya diremehkan oleh insinyur Belanda karena desain jembatan air yang dianggap menyimpang, Sedyatmo tetap percaya pada perhitungannya. Proyek jembatan di Wonogiri yang selesai pada 1937 membuktikan kekuatan desainnya dan mengubah arah kariernya.
Keberhasilannya menarik perhatian Departemen Pekerjaan Umum Hindia Belanda, menjadikannya sebagai orang Jawa pertama yang bergabung di departemen tersebut. Sedyatmo kemudian menjadi Profesor di ITB dan akhirnya menciptakan inovasi fondasi "cakar ayam" yang diakui secara internasional, menandai kontribusinya yang luar biasa dalam dunia teknik sipil.


Komentar 0