Presiden Prabowo Subianto menekankan peringkat Indonesia sebagai ekonomi terbesar ketujuh dunia menurut Purchasing Power Parity (PPP) harus diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan. Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional TPAKD, ia menyatakan bahwa meskipun kekayaan negara meningkat, masih banyak kelompok masyarakat yang belum merasakan manfaatnya. Prabowo mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah mengelola kekayaan nasional agar dapat dirasakan oleh rakyat yang membutuhkan.
Ia menilai selama ini manfaat ekonomi lebih banyak terkonsentrasi pada segelintir orang, sehingga diperlukan koreksi kebijakan ekonomi sesuai dengan amanat UUD 1945.
Komentar 0