Kisruh pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia berpotensi mengganggu industri pariwisata, akomodasi, serta UMKM, dan bisa memicu inflasi. Antrean panjang di SPBU terjadi di berbagai daerah seperti Bali dan Papua Barat, yang berdampak pada produktivitas ekonomi. Menurut Abra Talattov dari INDEF, keadaan ini dapat menyebabkan kenaikan biaya logistik dan harga barang, serta merusak citra Bali sebagai destinasi wisata.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor sebagian BBM bersubsidi dari Singapura, dan saat ini stok Pertalite hanya cukup untuk 16 hari. Penurunan stok disebabkan oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang beralih ke BBM subsidi. Jika masalah ini berlanjut, perekonomian daerah dan nasional dapat tertekan, terutama di Pulau Jawa dan Bali yang berkontribusi besar terhadap ekonomi.
Komentar 0