I.League mengusulkan penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub yang suporternya terlibat kerusuhan. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa langkah ini akan didorong melalui regulasi baru, mengingat aturan sanksi saat ini belum ada dalam Kode Disiplin PSSI. Ferry menganggap masalah kerusuhan suporter yang berulang perlu penanganan serius agar tidak mengganggu jalannya kompetisi.
Selain pengurangan poin, I.League juga mempertimbangkan hukuman lebih berat, termasuk larangan menonton seumur hidup bagi oknum suporter yang terlibat kerusuhan berulang. Sanksi serupa telah diterapkan oleh Komite Disiplin PSSI kepada klub seperti Persita dan Persija setelah insiden kericuhan. Ferry menegaskan bahwa sanksi dapat diperberat jika pelanggaran yang sama terjadi kembali oleh suporter yang sama.
Ferry berharap klub-klub akan lebih aktif dalam menertibkan dan mengedukasi suporternya untuk menjaga keamanan selama pertandingan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi semua penonton, termasuk perempuan dan anak-anak, agar dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.
Komentar 0