Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan elektrifikasi 1.491 titik melalui Program Listrik Pedesaan (Lisdes) 2026-2029. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menekankan pentingnya akses listrik sebagai kebutuhan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Usulan ini disampaikan dalam kegiatan sinkronisasi program Lisdes yang diadakan dengan Kementerian ESDM, di mana Bambang menyatakan perlunya dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk merealisasikannya.
Berdasarkan data, masih banyak wilayah di Dompu yang belum mendapatkan akses listrik memadai, dengan beberapa warga bergantung pada sambungan listrik tetangga. Bupati mengingatkan pentingnya ketersediaan infrastruktur yang memenuhi standar keselamatan agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik dengan layak. Pemkab Dompu siap bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk mempercepat pemerataan akses listrik di daerah tersebut.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN untuk memastikan usulan lokasi Lisdes tepat sasaran. Sinkronisasi ini adalah langkah awal untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat sebelum pelaksanaan program Lisdes 2026-2029 di lapangan.
Komentar 0