Dalam periode 1 Januari hingga 19 Oktober 2026, penjualan rusun subsidi masih sangat rendah, hanya 24 unit terjual dari 2.038 unit yang tersedia. Hal ini disebabkan oleh preferensi masyarakat yang semakin kritis terhadap luas dan harga, serta kurangnya sosialisasi mengenai rusun subsidi. BP Tapera berupaya memperbaiki situasi ini dengan melakukan kolaborasi pemasaran bersama perbankan dan pengembang.
Penjualan rusun subsidi selama beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, hanya tiga unit yang terjual, dan dalam lima tahun terakhir hanya ada 140 unit terjual. Pemerintah telah memperbarui aturan terkait rusun subsidi untuk mempermudah akses masyarakat, termasuk perpanjangan tenor KPR hingga 40 tahun dan insentif pajak, sebagai upaya untuk mendorong lebih banyak masyarakat tinggal di hunian vertikal.
Komentar 0