BMKG melaporkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan mulai menjauhi Jabodetabek sejak 17 Oktober 2026. Meskipun asap sempat memasuki wilayah tersebut, dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan tidak signifikan. Data menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 di Jakarta bervariasi dari kategori baik hingga tidak sehat, dengan beberapa zona seperti Kelapa Gading dan Kebun Jeruk tercatat tidak sehat.
BMKG mencatat 478 titik panas di seluruh Indonesia, dengan Sumatra Selatan menjadi yang terbanyak. Meskipun titik panas di Kalimantan Tengah menurun, kondisi cuaca di Indonesia bervariasi, dengan potensi hujan tinggi di beberapa wilayah. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kualitas udara dan menggunakan masker jika diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Komentar 0