Kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Cilamaya, Karawang, resmi beroperasi setelah 13 bulan pembangunan dengan investasi mencapai US$36,93 juta. Kilang ini dirancang untuk mengolah gas dengan kapasitas 40 MMSCFD, memproduksi 160 ton LPG dan 320 barel konsensat per hari. Dengan target produksi tahunan 52.800 ton, kilang ini dapat menyediakan sekitar 18,7 juta tabung LPG ukuran 3 kg, berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan LPG domestik dan mengurangi impor.
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi gas di Indonesia untuk mendukung ketahanan energi. Ia mengapresiasi investasi yang dilakukan PT Energi Nusantara Perkasa dan berharap dapat memperluas konversi energi. Dengan kapasitas produksi ini, kilang diharapkan bisa memenuhi 10-15 persen dari kebutuhan LPG harian di Jawa Barat dan DKI Jakarta yang mencapai 1.000-1.500 ton.
Kilang LPG Cilamaya memanfaatkan teknologi mechanical refrigeration dan turbo expander dalam proses pengolahan gas. Keberadaan kilang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pasokan LPG domestik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, menjadikannya sebagai bagian penting dari upaya pemanfaatan gas dalam negeri.
Komentar 0