Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sedang melakukan kajian teknis untuk pemasangan pipa bawah tanah yang akan mengalirkan limpasan air ke Sungai Mahakam. Pipa ini direncanakan melintasi kawasan sekitar rumah pompa menuju Banggris, bertujuan mengurangi genangan di Jalan Pangeran Antasari dan sekitarnya. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa solusi ini lebih hemat biaya dibandingkan dengan pembangunan saluran baru.
Pipa yang akan dipasang direncanakan memiliki diameter sekitar 800 milimeter, tetapi spesifikasi detailnya masih dalam perhitungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Selain rencana pipa, Andi Harun juga menyoroti perlunya pemeliharaan Polder Gang Indra, yang mengalami masalah pertumbuhan gulma dan pengeringan saat kemarau. Penanganan fasilitas pengendali banjir ini diharapkan tidak bersifat musiman.
Untuk mendukung fungsi polder, Pemkot Samarinda berencana menambah alat berat seperti ekskavator mekanis pada anggaran tahun depan. Andi Harun juga mengajak sektor swasta untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk dukungan alat berat, untuk meningkatkan efektivitas penanganan banjir.
Komentar 0