Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk berfungsi sebagai agregator produk petani dan perajin. Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menyatakan bahwa koperasi perlu dukungan dalam pengelolaan produksi, pemasaran, logistik, dan keuangan agar dapat membantu produsen kecil menjangkau pasar lebih luas.
Samsul menekankan bahwa banyak petani di Indonesia memiliki lahan kurang dari setengah hektare, sehingga mengonsolidasikan hasil produksi mereka menjadi penting. Koperasi diharapkan dapat mengumpulkan produk dari berbagai produsen dan menghubungkannya dengan industri serta jaringan pemasaran yang sesuai. Ia percaya bahwa pengumpulan hasil produksi yang terorganisir dapat meningkatkan pasokan dan akses pasar bagi petani.
Selain itu, Samsul mendorong kerja sama antara koperasi dalam negeri dan luar negeri, seperti dengan koperasi di Malaysia, untuk memperluas perdagangan produk. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas produk agar dapat memenuhi permintaan pasar.
Komentar 0