Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tidak melemah, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mencatat pertumbuhan signifikan dalam sektor transportasi dan pariwisata, yang menunjukkan banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan dan berkunjung ke restoran serta hotel. Selain itu, transaksi melalui QRIS juga meningkat lebih dari 100%, menandakan adanya konsumsi yang tinggi.
Meskipun daya beli dianggap baik, Drajad mencatat adanya pergeseran pola konsumsi dari belanja langsung ke belanja daring. Dalam konteks inflasi, ia menyebutkan bahwa meskipun daya beli tinggi, masalah suplai, terutama pada komoditas seperti cabai dan barang elektronik, berkontribusi terhadap inflasi. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa banyak kabupaten/kota yang mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dengan beberapa bahkan mencapai di atas 8%.
Komentar 0