Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh tekanan eksternal, bukan faktor domestik. Meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026 dan inflasi masih terkendali, fenomena pelarian modal investor asing ke negara asalnya atau capital flight memberikan dampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Destry menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi global dan risiko fiskal, serta kenaikan harga minyak, turut memperburuk kondisi rupiah.
Meskipun demikian, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,67% secara quarter-to-date.
Komentar 0