Posting
senci

Rupiah Rawan Tertekan Pekan Depan, Defisit APBN Jadi Sorotan

Rupiah Rawan Tertekan Pekan Depan, Defisit APBN Jadi Sorotan

Sejumlah faktor memengaruhi nilai tukar rupiah menjelang perdagangan pekan depan. Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada perkembangan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tercatat sebesar Rp 319 triliun atau 1,24% terhadap PDB per September 2026, meningkat dari bulan sebelumnya. Di sisi eksternal, data ekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian, terutama klaim awal tunjangan pengangguran yang turun menjadi 197.000, lebih rendah dari perkiraan pasar.

Rupiah spot ditutup pada level Rp 17.899 per dolar AS, menguat 0,09% dari hari sebelumnya, namun mengalami pelemahan 0,95% dalam sepekan. Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah dalam rentang Rp 17.780 hingga Rp 18.060 per dolar AS minggu depan. Kenaikan harga minyak mentah dunia juga dicatat sebagai faktor penting, di mana setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 per barel dapat menambah beban APBN sekitar Rp 6 triliun.

Pasar juga menunggu data survei sentimen konsumen dari University of Michigan yang dirilis pada bulan Oktober, yang diperkirakan akan memberikan gambaran tentang pandangan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan inflasi di AS. Perkembangan ini diharapkan dapat mempengaruhi sentimen investor terhadap dolar AS dan, pada gilirannya, menentukan pergerakan rupiah.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

✨ Tanya Jeni 📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar