Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pendapatan negara Indonesia hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun, meningkat 25,5 persen dibandingkan tahun lalu, dan telah memenuhi 74,2 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja negara tercatat Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu, dengan upaya percepatan belanja diharapkan terjadi pada bulan November dan Desember.
Defisit anggaran pada periode ini sebesar Rp319 triliun, setara 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto, dengan keseimbangan primer mencapai Rp125,5 triliun. Menkeu menegaskan bahwa APBN dirancang untuk defisit guna mendukung pertumbuhan dan melindungi masyarakat, meskipun kondisi global saat ini menimbulkan tantangan bagi kebijakan fiskal.
Suahasil juga melaporkan bahwa aliran modal masuk mencapai Rp131,1 triliun hingga awal Oktober, serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen dan inflasi 3,28 persen. Dengan tantangan dari kondisi geopolitik dan suku bunga global, Menkeu menyatakan perlunya kebijakan fiskal yang responsif namun tetap menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan.
Komentar 0