Gubernur Papua Matius Fakhiri menekankan pentingnya masyarakat adat sebagai subjek utama dalam pembangunan di Tanah Papua, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Dalam Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi, Fakhiri menyatakan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari perlindungan manusia, adat, budaya, serta kelestarian sumber daya alam.
Fakhiri mengapresiasi peran Dewan Adat Papua dalam menggagas konferensi ini, yang bertujuan menjadi ruang konsolidasi bagi masyarakat adat dan pemuda. Ia berharap hasil konferensi dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan berkelanjutan, serta mendorong pemuda adat sebagai agen perubahan yang menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan modernitas.
Komentar 0