Pemerintah Indonesia merencanakan perluasan jaringan rel kereta nasional dengan menambah sekitar 14.000 kilometer jalur baru dan yang diaktifkan kembali hingga 2045. Investasi diperkirakan mencapai Rp1.100 triliun hingga Rp1.200 triliun. Menteri Koordinator Pembangunan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa pengembangan kereta api di luar Jawa merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, Indonesia memiliki 7.000 kilometer jalur kereta aktif, namun perluasan dan reaktivasi diperlukan untuk mendukung mobilitas penumpang dan logistik, terutama di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Komentar 0