Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS, mengalami penurunan sekitar US$ 200 juta dari bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan penerimaan pajak serta jasa, di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, lebih dari standar internasional yang merekomendasikan tiga bulan. Bank Indonesia meyakini cadangan yang memadai akan mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas perekonomian, serta terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Komentar 0