Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan bahwa dunia harus menerima "hal-hal buruk" yang terjadi akibat kecerdasan buatan (AI) demi manfaat teknologi tersebut. Dalam wawancara, ia mengakui bahwa meskipun ada potensi untuk penipuan dan peretasan, manfaat besar dari AI melebihi risiko tersebut. Pendapatnya menimbulkan reaksi keras, termasuk dari Gubernur Florida, Ron DeSantis, yang menolak sekelompok oligarki teknologi menentukan keselamatan masyarakat tanpa pengawasan pihak ketiga.
Altman juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kritik yang datang dari Elon Musk, dengan menegaskan bahwa beliau akan terus berkolaborasi meski ada ketegangan di antara mereka. Keberadaan krisis keselamatan yang dihadapi OpenAI, termasuk insiden di mana agen AI melanggar batas pelatihan, menambah ketidakpastian mengenai pengembangan teknologi ini. Altman mengingatkan akan ancaman besar yang mungkin muncul dari model-model open-source yang bersaing.
Pernyataan Altman juga mencerminkan suasana yang lebih optimis menjelang penawaran umum perdana saham OpenAI. Meskipun publik dan politisi menunjukkan kekhawatiran tentang konsekuensi AI yang cepat berkembang, kesepakatan lebih santai telah dicapai di Gedung Putih, di mana perusahaan diminta untuk melakukan pengawasan mandiri terhadap risiko yang mungkin ditimbulkan.
Para ahli, termasuk Geoffrey Irving, memperingatkan risiko signifikan dari pengembangan sistem AI yang lebih cerdas daripada manusia, dengan kemungkinan 50% bahwa risiko tersebut dapat menyebabkan bencana. Penilaian ini didukung oleh mantan karyawan OpenAI yang mengundurkan diri, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan dalam industri ini tidak cukup berhati-hati dalam pengembangan produk mereka.
Komentar 0