Pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi melaksanakan 257 operasi militer, mengklaim telah membunuh 700 anggota Houthi. Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Al Nuzaili, mengungkapkan bahwa serangan ini melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, dan rudal, dengan fokus utama di garis depan Taiz. Sasaran serangan adalah pusat komando, konsentrasi pasukan, serta gudang senjata milik Houthi.
Operasi ini mencakup wilayah Sanaa, Midi, Baqim, Al Jawf, Marib, Al Bayda, dan Lahj. Menurut pernyataan, operasi tersebut berhasil menghancurkan 170 kendaraan tempur dan merusak kemampuan tempur kelompok Houthi, yang dianggap membatasi serangan mereka terhadap warga sipil di daerah yang mereka kuasai. Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak Houthi mengenai klaim ini.
Yaman telah mengalami konflik sejak 2014, ketika Houthi merebut Sanaa, memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015. Gencatan senjata yang diharapkan pada tahun 2022 gagal, dan pertempuran kembali meningkat sejak Juli lalu, menandai kembalinya ketegangan di negara yang sedang dilanda krisis ini.
Komentar 0