Rencana pemerintah kesatuan Libya (GNU) untuk bersinergi dengan Khalifa Haftar terancam setelah putranya, Saddam Haftar, dituduh mengawasi serangan drone terhadap fasilitas bahan bakar. Serangan tersebut memperburuk pemadaman listrik di Libya barat, meningkatkan tekanan terhadap perdana menteri Abdul Hamid Dbeibah. Meskipun ada rencana dari penasihat Donald Trump untuk menyatukan pemerintah timur dan barat, tuduhan tersebut merusak posisi Saddam dalam rencana tersebut, serta proses pembicaraan 4+4 yang didukung PBB untuk pemilihan umum.
Pembicaraan Persatuan Libya Terhambat oleh Tindakan Putra Warlord
Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
Komentar 0