Pertengkaran antara kakak dan adik adalah hal yang umum di rumah, namun orang tua perlu tahu kapan harus turun tangan. Jika pertengkaran hanya sebatas adu mulut, orang tua tidak perlu langsung campur tangan. Namun, jika mulai ada kekerasan fisik atau verbal, intervensi segera diperlukan. Sebaiknya, orang tua bertindak sebagai mediator dengan mendengarkan sudut pandang masing-masing anak sebelum membantu mencari solusi.
Anak-anak yang bertengkar perlu diajarkan bahwa kekerasan bukanlah cara yang diperbolehkan untuk menyelesaikan masalah. Orang tua seharusnya tidak berpihak, melainkan membantu anak untuk memahami perasaan satu sama lain. Di bawah usia 8 tahun, anak umumnya belum dapat mengelola konflik sendiri, sehingga peran orang tua sangat penting sebagai mediator.
Setelah situasi tenang, orang tua dapat mendiskusikan apa yang terjadi dan mencari solusi bersama. Tujuan utama bukan hanya menghentikan pertengkaran, tetapi juga membekali anak dengan keterampilan untuk menghadapi konflik di masa depan. Jika pertengkaran berlanjut, orang tua perlu memberikan perhatian lebih kepada masing-masing anak untuk mencegah persaingan yang tidak sehat.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk tidak membesar-besarkan pertengkaran kecil. Namun, jika kekerasan fisik terjadi, orang tua harus segera memisahkan kedua anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat belajar berbagi, berkompromi, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih positif.
Komentar 0