Masuk

Kronologi Menara Masjid Al-Aqsa Kudus Masih Teka-teki, Arkeolog Dorong Riset Ilmiah

Menara Masjid Al-Aqsa di Kudus masih menyimpan misteri terkait asal-usul dan kronologinya. Arkeolog mendorong perlunya penelitian ilmiah untuk memahami sejarah bangunan yang diperkirakan ada sejak masa pra-Islam ini. Renovasi yang telah dilakukan sebanyak empat kali menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan data akurat mengenai bangunan tersebut. Prof. Moh Rosyid dari UIN Kudus menekankan pentingnya riset arkeologi untuk mengungkap sejarah Menara Masjid Al-Aqsa dan gapura kuno yang ada di sekitarnya.

Meskipun Masjid Al-Aqsa didirikan oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 M, banyak elemen arsitektur di dalamnya yang menunjukkan jejak masa pra-Islam. Hal ini juga menjadi tantangan bagi para peneliti untuk membedakan mana yang merupakan peninggalan asli dan mana yang hasil renovasi. Menurut Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia, Marsis Sutopo, memahami nilai dan sejarah dari bangunan ini adalah penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Webinar yang diadakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi platform untuk mendorong kolaborasi riset mengenai tinggalan arkeologi yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat masa lalu. Kepala Organisasi Riset Arbastra BRIN, Herry Jogaswara, menekankan bahwa riset arkeologi masih memegang peranan penting dalam agenda riset nasional.

Dengan luas tanah mencapai 5.505 m2, Masjid Al-Aqsa dikenal dengan peletakan batu pertama yang diambil dari Palestina, menandai hubungan sejarah antara Islam dan budaya lokal. Arsitekturnya yang mirip candi mencerminkan pendekatan Sunan Kudus dalam berdakwah, menunjukkan keberagaman budaya di tanah Jawa.

Sumber: detikEdu Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar