Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meningkatkan surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Kepala Dinkes Kuningan, Edi Martono, mengungkapkan pentingnya pemantauan melalui sistem surveilans dan laporan dari fasilitas kesehatan guna mengetahui perkembangan kasus Ispa. Petugas juga diminta waspada terhadap kemungkinan munculnya klaster kasus di lingkungan tertentu, terutama di sekolah dan pesantren.
Edi menambahkan, koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit sangat penting untuk memastikan data kunjungan dan kasus tidak tercampur. Ia menyebutkan bahwa meski ada kenaikan kunjungan pasien sekitar 30 persen, hal itu belum bisa diartikan sebagai kenaikan kasus Influenza A tanpa pemeriksaan laboratorium. Kenaikan kunjungan di RSUD 45 Kuningan juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan rawat inap dan IGD pada bulan September 2026.
Untuk menghadapi situasi ini, RSUD 45 Kuningan telah menambah kapasitas tempat tidur, khususnya bagi pasien anak, dan berkoordinasi dengan rumah sakit penyangga untuk rujukan jika kapasitas sudah penuh. Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan menekankan bahwa pasien dengan keluhan yang mirip Ispa bervariasi, termasuk flu biasa dan radang tenggorokan, sehingga perlu perhatian dan penanganan yang tepat.
Komentar 0