Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Gorontalo meluncurkan program Riyadah yang berbasis keagamaan untuk memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan pemasyarakatan. Kepala Lapas Junaidi Rison menyatakan bahwa program ini bertujuan membentuk sikap, kedisiplinan, dan pengendalian diri selama masa pidana. Kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, membaca Al Quran, dan kajian keagamaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan membangun kebiasaan positif bagi warga binaan.
Proses pembinaan kepribadian memerlukan waktu dan konsistensi, sehingga warga binaan didorong untuk aktif berpartisipasi dengan kesadaran. Junaidi berharap bahwa nilai dan kebiasaan baik yang diperoleh selama di lapas dapat diterapkan dalam kehidupan setelah mereka bebas. Sementara itu, Untung Zakaria, Kepala Seksi Pembinaan, menekankan pentingnya refleksi diri dan perbaikan perilaku dalam proses pemasyarakatan, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik.
Komitmen Lapas Gorontalo untuk melaksanakan pembinaan keagamaan secara rutin menunjukkan harapan agar warga binaan bisa menjalani perubahan diri secara optimal. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan mereka dapat mempersiapkan kehidupan yang lebih positif dan bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.
Komentar 0