Thailand berjuang untuk menarik kembali wisatawan asing pasca-pandemi, namun kelakuan buruk beberapa turis semakin menyulut kemarahan warga lokal. Sektor pariwisata menyumbang sekitar 20% dari perekonomian negara, namun perilaku wisatawan yang dianggap tidak menghormati budaya dan hukum setempat membuat warga merasa terganggu. Media sosial pun menjadi sarana untuk mengekspresikan ketidakpuasan ini, dengan banyak laporan mengenai pelanggaran yang dilakukan pelancong.
Di tengah ketegangan ini, inisiatif seperti CosmoLocal CNX muncul untuk menjembatani hubungan antara pendatang dan masyarakat lokal. Program yang diluncurkan oleh John Ho, seorang pendatang asal Hong Kong, bertujuan untuk mempertemukan digital nomad dengan warga Thailand melalui lokakarya dan diskusi. Ho berpendapat bahwa banyak pendatang ingin berintegrasi tetapi tidak tahu caranya, dan belajar sedikit bahasa serta budaya setempat bisa membantu.
Walaupun ada banyak konflik yang viral, Ho menegaskan bahwa banyak digital nomad yang peduli dan ingin berbaur dengan masyarakat lokal. Ia melihat bahwa masalah ini lebih kompleks daripada yang terlihat di media sosial, dan sebagian besar orang Thailand masih menyambut kedatangan orang asing, meskipun ada ketegangan yang perlu diatasi.
Komentar 0