Indonesia kini menempati peringkat ke-23 dari 110 negara dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2026, mengalami penurunan satu posisi dari tahun sebelumnya. Meski begitu, skor Indonesia meningkat 2,2 persen dibandingkan TTDI 2024. Peringkat ini mencerminkan persaingan yang ketat di antara negara-negara yang juga berupaya meningkatkan daya tarik destinasi serta memperkuat infrastruktur dan layanan pariwisata.
Sebanyak 101 dari 110 negara dalam indeks mencatat peningkatan skor, menunjukkan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam menghadapi tantangan ini. Dalam penilaian TTDI, Indonesia termasuk dalam 10 ekonomi pariwisata berkembang utama, bersama negara-negara seperti China, India, dan Thailand. Kelompok ini diharapkan dapat menyumbang lebih dari 35 persen terhadap PDB sektor perjalanan global pada 2035, seiring pertumbuhan permintaan perjalanan internasional.
Namun, meski menunjukkan kemajuan, Indonesia dan negara-negara lain dalam kelompok ini masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam layanan dan infrastruktur pariwisata, yang memerlukan investasi lebih untuk mendukung kebutuhan wisatawan. Keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama, di mana pengelolaan sumber daya alam yang baik sangat penting untuk menjaga daya tarik wisata dalam jangka panjang.
Komentar 0