Kadek Wijaya dan Putu Paramitha berhasil meraih gelar Grand Winner Putra dan Putri pada ajang Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026, yang berlangsung di Jakarta. Keduanya terpilih dari 28 finalis yang mewakili 15 provinsi dan akan berperan dalam memperkenalkan serta mengembangkan batik sebagai warisan budaya. Pelibatan generasi muda diharapkan dapat menjaga keberlanjutan batik setelah pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 2009.
PPBN yang pertama kali digelar pada 2011 kini telah memiliki lebih dari 280 alumni yang tersebar di 38 provinsi dan terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara. Ketua Umum IPBN, Ayu Dyah Pasha, menyatakan bahwa estafet pelestarian batik kini diserahkan kepada Gen Z, dengan tujuan agar mereka memahami akar budaya dan peran penting batik di Indonesia.
Sebagai pemenang, Kadek dan Putu akan menjalankan empat pilar, yaitu promosi, wirausaha, inovasi, dan edukasi. Tema PPBN 2026 mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur, yang menggambarkan hubungan antara batik, identitas daerah, budaya, dan potensi ekonomi kreatif. Ajang ini juga memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pengetahuan batik dan keterampilan komunikasi, serta total hadiah lebih dari Rp 1 miliar untuk mendukung pengembangan kapasitas mereka.
Komentar 0