Pemerintah mulai membangun rumah susun (rusun) subsidi di perkotaan untuk mengatasi kebutuhan hunian. Erlan dari P3RSI mengingatkan agar pembangunan rusun dilakukan dekat transportasi umum untuk mengurangi biaya hidup. Biaya air PAM yang tinggi di Jakarta menjadi perhatian, dengan tarif rusun subsidi setara dengan rusun menengah.
Kementerian PKP diminta untuk membantu menurunkan biaya tinggal di rusun subsidi agar lebih terjangkau, serta mempertimbangkan alih kepemilikan unit yang tidak ditempati. Sampai saat ini, 17 unit rusun subsidi telah terjual dan akan ada 71.000 akad massal rumah subsidi pada Desember 2026.
Komentar 0