KFC Indonesia merayakan ulang tahun ke-47 dengan merubah model bisnisnya dari Quick Service Restaurant (QSR) menjadi Quick Experience Restaurant (QXR). Transformasi ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi konsumen yang semakin terhubung dengan teknologi. Direktur V KFC Indonesia, Wachjudi Martono, menyatakan bahwa perubahan ini penting untuk mengikuti perkembangan zaman.
Empat aspek utama dari transformasi tersebut adalah Modern Experience, Modern Assets, Modern Menu, dan Modern Communication. KFC akan memperkenalkan aplikasi KFCku, Kiosk, dan Web Order untuk memudahkan interaksi konsumen. Direktur VII KFC Indonesia, Dio May Avico, menegaskan pentingnya aksesibilitas layanan digital bagi generasi saat ini.
Meskipun berfokus pada teknologi, KFC tetap mempertahankan sentuhan manusia dalam layanan, memastikan interaksi langsung dengan kru restoran. Dio menjelaskan bahwa penggunaan Kiosk akan membantu proses pemesanan, tetapi kru tetap akan menyambut dan membantu konsumen yang mengalami kendala.
KFC berkomitmen untuk membawa karakter asli dan DNA brand-nya kepada generasi mendatang sambil bertransformasi menjadi lebih modern dan relevan. GM Marketing KFC Indonesia, Alfiya Rahmani, menekankan bahwa tujuan mereka adalah menjadi teman dalam keseharian konsumen, bukan hanya sekadar tempat makan.
Komentar 0